Learning Statistics Through Climate Change Contexts

Pendekatan ini bertujuan untuk membuat pembelajaran statistik lebih relevan, bermakna, dan menarik bagi peserta didik dengan mengaitkannya pada masalah dunia nyata yang penting dan mendesak.

Aktivitas Statistik

Aktivitas Statistik adalah serangkaian langkah yang dilakukan peserta didik dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data perubahan iklim. Aktivitas ini membantu siswa memahami konsep statistik secara aplikatif melalui proses kerja ilmiah berbasis data nyata.

  • Mengumpulkan dan Mengorganisasi Data

    Peserta didik mencari, memilih, dan mengelompokkan data perubahan iklim seperti suhu global, curah hujan, emisi karbon, atau kejadian cuaca ekstrem.

  • Menganalisis dan Memvisualisasikan Data

    Melakukan perhitungan statistika (mean, median, tren, korelasi, regresi) serta membuat grafik seperti garis tren, histogram, dan diagram batang

  • Menafsirkan dan Mengomunikasikan Temuan

    Peserta didik menjelaskan hasil analisis, menarik kesimpulan, dan membuat laporan tentang implikasi statistika terhadap fenomena perubahan iklim.

Konteks Statistik

Konteks Statistik merujuk pada penggunaan situasi atau fenomena perubahan iklim sebagai latar untuk menerapkan konsep statistik. Dengan konteks ini, peserta didik dapat melihat relevansi dan makna statistik dalam memahami isu lingkungan yang autentik.

  • Menggunakan dataset historis untuk melihat pola pemanasan global atau perubahan musi.
  • Mengkaji hubungan antara aktivitas manusia dan peningkatan CO₂ melalui regresi atau korelasi.
  • Menganalisis frekuensi banjir, badai, atau gelombang panas menggunakan data time-series.

Jenjang Pendidikan

Jenjang Pendidikan menggambarkan bagaimana pembelajaran statistik dalam konteks perubahan iklim diterapkan sesuai dengan kemampuan kognitif peserta didik di setiap level pendidikan. Pada tahap ini, guru atau dosen menyesuaikan metode, kedalaman materi, serta jenis data iklim yang digunakan agar relevan dan mudah dipahami oleh siswa.

Pendekatan ini dapat diterapkan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi dengan tingkat kompleksitas analisis yang meningkat secara bertahap. Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin mendalam siswa diajak melakukan analisis statistik, seperti membuat model prediksi atau menafsirkan tren perubahan iklim secara lebih komprehensif.